Arsitektur adalah bidang multi-dispilin, termasuk di dalamnya adalah matematika, sains, seni, teknologi, humaniora, politik, sejarah, filsafat, dan sebagainya. Arsitektur pada bidang Sistem Informasi meliputi Arsitektur Informasi dan Arsitektur Perangkat Lunak.

Istilah arsitektur mulai digunakan dalam bidang ilmu teknik sipil, yang berkaitan dengan rancangan bangunan. Istilah aristektur pada saat ini mulai digunakan dalam berbagai disiplin ilmu, termasuk disiplin ilmu tentang sistem informasi. IEEE 1471 pun mengambil istilah dan mendefinisikan Arsitektur dengan mengambil pemahaman yang berawal dari praktek arsitektur pada bidang ilmu teknik sipil. Sehingga IEEE 1471 menyatakan arsitektur sebagai sebuah dokumen standard yang menggambarkan arsitektur/susunan dari sebuah sistem.

Pada dasarnya istilah Arsitektur akan berkaitan dengan struktur yang diperlukan dalam mewujudkan sebuah sistem, yang biasanya direpresentasikan dalam sebuah gambar atau layout dengan berbagai simbol yang telah disepakati bersama.

Pendahuluan

Arsitektur adalah bidang multi-dispilin, termasuk di dalamnya adalah matematika, sains, seni, teknologi, humaniora, politik, sejarah, filsafat, dan sebagainya. Mengutip Vitruvius, “Arsitektur adalah ilmu yang timbul dari ilmu-ilmu lainnya, dan dilengkapi dengan proses belajar: dibantu dengan penilaian terhadap karya tersebut sebagai karya seni”. Ia pun menambahkan bahwa seorang arsitek harus fasih di dalam bidang musik, astronomi, dsb. Filsafat adalah salah satu yang utama di dalam pendekatan arsitektur. Rasionalisme, empirisisme, fenomenologi strukturalisme, post-strukturalisme, dan dekonstruktivisme adalah beberapa arahan dari filsafat yang memengaruhi arsitektur.[1]

Pembahasan

2.1    Pengertian Arsitektur Menurut Bahasa

  1. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia

ar·si·tek /arsiték/ n 1 ahli dl merancang dan menggambar bangunan, jembatan, dsb, biasanya sekaligus sbg penyelia konstruksinya; 2 ki perencana (pencipta suatu paham, negara, dsb)

ar·si·tek·tur /arsitéktur/ n 1 seni dan ilmu merancang serta membuat konstruksi bangunan, jembatan, dsb; 2 metode dan gaya rancangan suatu konstruksi bangunan

  1. Menurut kamus Oxford :

art and science of building; design or style of building(s). adalah seni dan ilmu dalam merancang bangunan. Dalam arti yang lebih luas, arsitektur mencakup merancang dan membangun keseluruhan lingkungan binaan, mulai dari level makro yaitu perencanaan kota, perancangan perkotaan, arsitektur lansekap, hingga ke level mikro yaitu desain bangunan, desain perabot dan desain produk. Arsitektur juga merujuk kepada hasil-hasil proses perancangan tersebut.

Menurut Vitruvius di dalam bukunya De Architectura (yang merupakan sumber tertulis paling tua yang masih ada hingga sekarang), bangunan yang baik haruslah memilik Keindahan / Estetika (Venustas), Kekuatan (Firmitas), dan Kegunaan / Fungsi (Utilitas); arsitektur dapat dikatakan sebagai keseimbangan dan koordinasi antara ketiga unsur tersebut, dan tidak ada satu unsur yang melebihi unsur lainnya. Dalam definisi modern, arsitektur harus mencakup pertimbangan fungsi, estetika, dan psikologis. Namun, dapat dikatakan pula bahwa unsur fungsi itu sendiri di dalamnya sudah mencakup baik unsur estetika maupun psikologis.

2.2    Aritektur dalam Bidang Sistem Informasi

  1. Arsitektur Informasi
  • Disebut juga arsitektur teknologi informasi, arsitektur sistem informasi, infrastruktur teknologi informasi
  • Pemetaan atau rencana kebutuhan-kebutuhan informasi di dalam suatu organisasi (Turban, McLean, Wetherbe, 1999)
  • Bentuk khusus yang menggunakan teknologi informasi dalam organisasi untuk mencapai tujuan-tujuan atau fungsi-fungsi yang telah dipilih (Laudon & Laudon, 1998)
  • Desain sistem komputer secara keseluruhan (termasuk sistem jaringan) untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan organisasi yang spesifik (Zwass, 1998)

2.      Arsitektur Perangkat Lunak

Arsitektur perangkat lunak berkaitan dengan “struktur perangkat lunak secara keseluruhan dan cara di mana struktur yang menyediakan integritas konseptual untuk sistem“. Dalam bentuk yang paling sederhana, arsitektur adalah struktur hirarkis komponen program (modul), cara di mana komponen ini berinteraksi dan struktur data yang digunakan oleh komponen. Dalam arti yang lebih luas,  komponen dapat digeneralisasi untuk mewakili unsur-unsur sistem utama dan interaksi mereka. [4]

Gambar 1. Structure terminology for a call and return architectural style [4]

  1. Deskripsi Persyaratan Arsitektur IEEE 1471 [5]

Definisi dari sebuah arsitektur yang digunakan dalam ANSI / IEEE Std 1471-2000 adalah:

“Organisasi fundamental dari suatu sistem, yang terkandung dalam komponen-komponennya, lingkungan dan hubungan mereka satu sama lain, dan prinsip-prinsip yang mengatur desain dan evolusi.”

Standar baru mendefinisikan persyaratan isi deskripsi arsitektur dalam hal unsur-unsurnya. Pertama, deskripsi arsitektur harus menentukan stakeholder sistem dan mengidentifikasi masalah arsitektur mereka. Umumnya memperhatikan beberapa hal tentang:

  • Apa yang sistem lakukan?
  • Bagaimana sistem berperilaku di bawah bebanyang berat?
  • Dapatkah sistem melindungi informasi pengguna?
  • Bisakah kita menerapkan sistem?

Kedua, deskripsi arsitektur harus disusun dalam satu atau lebih pandangan sistem arsitektur. Pandangan bukan hanya gambaran dari sistem-harus menjawab kekhawatiran para pemangku kepentingan yang diidentifikasi tetapi harus terbentuk dengan baik. Untuk memberikan cek kelengkapan minimal, setidaknya satu tampilan harus menangani setiap masalah arsitektur yang diidentifikasi.

Akhirnya, deskripsi arsitektur harus memberikan alasan untuk membuat keputusan arsitektur kunci. Hal ini dapat mengambil bentuk presentasi trade-off yang dipertimbangkan arsitek, alternatif yang tidak mereka pilih, atau analisis lainnya yang membuat mereka memilih arsitektur sesuai dengan dokumen deskripsi arsitektur.

Dalam TOGAF, “arsitektur” memiliki dua arti tergantung pada penggunaan kontekstual nya:

  • Sebuah deskripsi formal dari suatu sistem, atau rencana rinci sistem pada tingkat komponen untuk membimbing pelaksanaannya
  • Struktur komponen, hubungan antar mereka, prinsip-prinsip dan pedoman yang mengatur desain dan evolusi mereka dari waktu ke waktu.

Enterprise adalah keberfungsian seluruh komponen organisasi yang dioperasikan di bawah kepemilikan atau kontrol dari organisasi tunggal. Enterprise dapat berupa bisnis, layanan (service) atau merupakan keanggotaan dari suatu organisasi, yang terdiri dari satu atau lebih usaha, dan dioperasikan pada satu atau lebih lokasi.

Definisi dari Enterprise Architecture antara lain adalah sebagai berikut:

  1. Enterprise Architecture adalah sebuah pendefinisian sistem bisnis dengan lingkungan bisnis yang seharusnya dan dapat juga berupa rancangan untuk mengelola dan mengoperasikan setiap komponen bisnis (misalnya; kebijakan, operasional, insfrastruktur, informasi).
  2. Enterprise Architecture adalah representasi deskriptif (model) yang relevan untuk menggambarkan sebuah enterprise dan apa yang harus dihasilkan untuk memenuhi kebutuhan manajemen.
  3. Enterprise Architecture adalah sebuah mekanisme untuk memastikan sumber daya teknologi informasi suatu organisasi dapat sejalan dengan strategi dari organisasi tersebut.

Berdasarkan definisi-definisi tersebut maka lingkungan dari Enterprise Architecture adalah sebagai berikut :

  • Ruang lingkup:
    1. Level organisasi (perusahaan, divisi dan sebagainya)
    2. Level Abstraksi (sistem)
  • Organisasi
    1. Misi (kebijakan, operasional, insfrastruktur dan informasi)
    2. Sumber daya organisasi
    3. Keterhubungan / relationship dengan stake holder organisasi
  • Kebutuhan (fungsional, sekuritas, performance, kemampuan pemeliharaan / maintainability, kemampuan adaptasi / adaptable, kegunaan / usability)
  • Kemampuan Staff dan fungsionalnya
  • Lingkungan Sistem
    1. Komponen (hardware, software, brainware)
    2. Penghubung/interface (media penghubung)
    3. Prinsip-prinsip organisasi

Enterprise Arsitektur yang lengkap meliputi:

  1. Infrastructure Architecture – sekumpulan networks, hubs, routers, dan pengelolaan infrastruktur yang menyediakan sistem untuk berkomunikasi secara efektif.
  2. Information Architecture – pengaturan data yang dihasilkan atau penggunaannya untuk memenuhi tujuan bisnisnya.
  3. Enterprise Wide Technical Architecture – sekumpulan teknologi pendukung dan perangkat pendukung lainnya yang mendasari aplikasi bagi organisasi. Technical Architecture dapat diperluas pada area sebabagai berikut:
  • Application Architecture –aplikasi yang dibuat sendiri, model pemrograman, bahasa, framework aplikasi, dan framework bisnis yang akan digunakan.
  • Integration Architecture – mekanisme yang digunakanoleh organisasi untuk menghubungkan aplikasi dengan empat dinding organisasi (the four walls of the organization).

3          Sejarah Arsitektur

Arsitektur lahir dari dinamika antara kebutuhan (kebutuhan kondisi lingkungan yang kondusif, keamanan, dsb), dan cara (bahan bangunan yang tersedia dan teknologi konstruksi). Arsitektur prasejarah dan primitif merupakan tahap awal dinamika ini. Kemudian manusia menjadi lebih maju dan pengetahuan mulai terbentuk melalui tradisi lisan dan praktik-praktik, arsitektur berkembang menjadi ketrampilan. Pada tahap ini lah terdapat proses uji coba, improvisasi, atau peniruan sehingga menjadi hasil yang sukses. Seorang arsitek saat itu bukanlah seorang figur penting, ia semata-mata melanjutkan tradisi. Arsitektur Vernakular lahir dari pendekatan yang demikian dan hingga kini masih dilakukan di banyak bagian dunia.

Permukiman manusia di masa lalu pada dasarnya bersifat rural. Kemudian timbullah surplus produksi, sehingga masyarakat rural berkembang menjadi masyarakat urban. Kompleksitas bangunan dan tipologinya pun meningkat. Teknologi pembangunan fasilitas umum seperti jalan dan jembatan pun berkembang. Tipologi bangunan baru seperti sekolah, rumah sakit, dan sarana rekreasi pun bermunculan. Arsitektur Religius tetap menjadi bagian penting di dalam masyarakat. Gaya-gaya arsitektur berkembang, dan karya tulis mengenai arsitektur mulai bermunculan. Karya-karya tulis tersebut menjadi kumpulan aturan (kanon) untuk diikuti khususnya dalam pembangunan arsitektur religius. Contoh kanon ini antara lain adalah karya-karya tulis oleh Vitruvius, atau Vaastu Shastra dari India purba. Di periode Klasik dan Abad Pertengahan Eropa, bangunan bukanlah hasil karya arsitek-arsitek individual, tetapi asosiasi profesi (guild) dibentuk oleh para artisan / ahli keterampilan bangunan untuk mengorganisasi proyek.

Pada masa Pencerahan, humaniora dan penekanan terhadap individual menjadi lebih penting daripada agama, dan menjadi awal yang baru dalam arsitektur. Pembangunan ditugaskan kepada arsitek-arsitek individual – Michaelangelo, Brunelleschi, Leonardo da Vinci – dan kultus individu pun dimulai. Namun pada saat itu, tidak ada pembagian tugas yang jelas antara seniman, arsitek, maupun insinyur atau bidang-bidang kerja lain yang berhubungan. Pada tahap ini, seorang seniman pun dapat merancang jembatan karena penghitungan struktur di dalamnya masih bersifat umum.

Bersamaan dengan penggabungan pengetahuan dari berbagai bidang ilmu (misalnya engineering), dan munculnya bahan-bahan bangunan baru serta teknologi, seorang arsitek menggeser fokusnya dari aspek teknis bangunan menuju ke estetika. Kemudian bermunculanlah “arsitek priyayi” yang biasanya berurusan dengan bouwheer (klien)kaya dan berkonsentrasi pada unsur visual dalam bentuk yang merujuk pada contoh-contoh historis. Pada abad ke-19, Ecole des Beaux Arts di Prancis melatih calon-calon arsitek menciptakan sketsa-sketsa dan gambar cantik tanpa menekankan konteksnya.

Sementara itu, Revolusi Industri membuka pintu untuk konsumsi umum, sehingga estetika menjadi ukuran yang dapat dicapai bahkan oleh kelas menengah. Dulunya produk-produk berornamen estetis terbatas dalam lingkup keterampilan yang mahal, menjadi terjangkau melalui produksi massal. Produk-produk sedemikian tidaklah memiliki keindahan dan kejujuran dalam ekspresi dari sebuah proses produksi.

Ketidakpuasan terhadap situasi sedemikian pada awal abad ke-20 melahirkan pemikiran-pemikiran yang mendasari Arsitektur Modern, antara lain, Deutscher Werkbund (dibentuk 1907) yang memproduksi obyek-obyek buatan mesin dengan kualitas yang lebih baik merupakan titik lahirnya profesi dalam bidang desain industri. Setelah itu, sekolah Bauhaus (dibentuk di Jerman tahun 1919) menolak masa lalu sejarah dan memilih melihat arsitektur sebagai sintesa seni, ketrampilan, dan teknologi.

Ketika Arsitektur Modern mulai dipraktikkan, ia adalah sebuah pergerakan garda depan dengan dasar moral, filosofis, dan estetis. Kebenaran dicari dengan menolak sejarah dan menoleh kepada fungsi yang melahirkan bentuk. Arsitek lantas menjadi figur penting dan dijuluki sebagai “master”. Kemudian arsitektur modern masuk ke dalam lingkup produksi masal karena kesederhanaannya dan faktor ekonomi.

Namun, masyarakat umum merasakan adanya penurunan mutu dalam arsitektur modern pada tahun 1960-an, antara lain karena kekurangan makna, kemandulan, keburukan, keseragaman, serta dampak-dampak psikologisnya. Sebagian arsitek menjawabnya melalui Arsitektur Post-Modern dengan usaha membentuk arsitektur yang lebih dapat diterima umum pada tingkat visual, meski dengan mengorbankan kedalamannya. Robert Venturi berpendapat bahwa “gubuk berhias / decorated shed” (bangunan biasa yang interior-nya dirancang secara fungsional sementara eksterior-nya diberi hiasan) adalah lebih baik daripada sebuah “bebek / duck” (bangunan di mana baik bentuk dan fungsinya menjadi satu). Pendapat Venturi ini menjadi dasar pendekatan Arsitektur Post-Modern.

4          Kesimpulan

Istilah arsitektur mulai digunakan dalam bidang ilmu teknik sipil, yang berkaitan dengan rancangan bangunan. Bangunan adalah produksi manusia yang paling kasat mata. Umumnya keahlian arsitek hanya dicari dalam pembangunan tipe bangunan yang rumit, atau bangunan yang memiliki makna budaya / politis yang penting. Istilah inilah yang diterima oleh masyarakat umum sebagai arsitektur.

Istilah aristektur pada saat ini mulai digunakan dalam berbagai disiplin ilmu, termasuk disiplin ilmu tentang sistem informasi. IEEE 1471 pun mengambil istilah dan mendefinisikan Arsitektur dengan mengambil pemahaman yang berawal dari praktek arsitektur pada bidang ilmu teknik sipil. Sehingga IEEE 1471 menyatakan arsitektur sebagai sebuah dokumen standard yang menggambarkan arsitektur/susunan dari sebuah sistem.

Pada dasarnya istilah Arsitektur akan berkaitan dengan struktur yang diperlukan dalam mewujudkan sebuah sistem, yang biasanya direpresentasikan dalam sebuah gambar atau layout dengan berbagai simbol yang telah disepakati bersama.

5          Referensi

  1. http://id.wikipedia.org/wiki/Arsitektur
  2. http://www.engineeringtown.com/teenagers/index.php/teknik-arsitektur.html
  3. http://archipeddy.com/ess/term_ars.html
  4. Pressman, Roger S., Software engineering: a practitioner’s approach 5th ed.
  5. Mark W. Maier, Aerospace Corporation, David Emery, M., ITRE Corporation, Rich Hilliard, ConsentCache Inc., Software Architecture: Introducing IEEE Standard 1471
  6. Kamus Besar Bahasa Indonesia
  7. Riverton Corporation., Architecture Practice White Paper (What is an Enterprise Architecture?), http://www.riverton.com, Maret 2004